Ciri-Ciri Bunglon dan Habitatnya


Fakta bahwa kadal merupakan spesies reptil yang terbanyak di dunia memang bukan cuma sekadar isapan jempol. Salah satu yang mungkin cukup menarik perhatian adalah bunglon alias chameleon. Hanya saja jika melihat ciri-ciri bunglon dan habitatnya, reptil yang satu ini memiliki hal khusus yang membuatnya berbeda dari kadal pada umumnya.

Apa perbedaan itu? Pada kemampuan bunglon untuk mengubah warna kulitnya. Yap, jika Anda bertemu dengan kadal di lingkungan sekitar yang bisa mengubah warna kulit, maka bisa dipastikan kalau binatang tersebut adalah bunglon. Biasanya kadal-kadal dari suku Iguania seperti iguana gurun, iguana laut, iguana hijau, kadal Agama kepala merah dan tentunya kameleon disebut sebagai bunglon.

Dalam istilah Indonesia, bunglon lebih cocok disebut sebagai calotes karena kadal kameleon memang cukup sulit ditemukan di Nusantara. Populasi bunglon sendiri sejauh ini tersebar dari Asia bagian selatan hingga Indonesia. Untuk bunglon yang masuk suku Chamaeleonidae memiliki keistimewaan bola mata yang bisa berputar 360ᵒ ke arah depan, samping, atas, bawah hingga belakang.

Sebagai bagian dari kadal, bunglon jelas masuk dalam ordo Squamata sama seperti ular karena memang reptil ini memiliki sisik. Hanya saja bunglon jelas mempunyai keempat kaki. Supaya tidak keliru lagi dalam membedakan bunglon dan kadal-kadal lainnya, ada baiknya memang jika Anda cukup memahami seperti apa ciri-ciri bunglon dan habitatnya.

Ciri Khusus pada Bunglon dan Fungsinya

Jika bicara mengenai ciri-ciri bunglon dan habitatnya, tentu sangat berkaitan dengan fungsi bagian tubuh itu sendiri. Yang paling dikenal adalah kadal satu ini bisa mengubah warna kulitnya. Namun tak cuma itu saja, berikut ini adalah beberapa ciri khusus yang membuat bunglon berbeda dengan kadal pada umumnya:

  1. Ciri khas utama bunglon adalah mimikri. Mimikri sendiri merupakan kemampuan mengubah warna kulit agar menyerupai lingkungan sekitar. Fungsi dari mimikri ini untuk mengelabui pemangsa atau mangsa. Bunglon melakukan mimikri berkat sel chromatophores yang membuat pigmen kulitnya berubah karena emosi, suhu, cahaya dan kelembapan lingkungan
  2. Ciri khas berikutnya dari bunglon adalah ekornya bisa menggulung. Ekor yang bisa menggulung ini berfungsi agar bunglon bisa bergantungan di dahan pohon
  3. Bunglon mempunyai lidah yang sangat panjang dan juga lengket serta bisa dilontarkan cepat. Untuk apa? Memudahkan menangkap mangsa seperti serangga kecil
  4. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa bunglon mempunyai mata yang bisa berputar ke segala arah dan bergerak sendiri-sendiri. Hal ini berfungsi untuk mengurangi pergerakan kepala ketika memantau pemangsa atau mangsa. Mata bunglon ini juga bisa mendeteksi cahaya ultraviolet, serta mampu melihat serangga hingga sejauh 5-10 meter
  5. Gigi bunglon berjenis akrodon yakni tumbuh di ujung utlang rahang
  6. Kaki pada bunglon memiliki cakar dan jari yang menyatu disebut zygodactylous yang berfungsi untuk membantu memanjat serta mencengkeram dengan baik
  7. Bunglon sama seperti hewan Squamata lainnya yakni memiliki bisa. Hanya saja bisa pada bunglon dihasilkan oleh kelenjar atrofi yang tak beracun
  8. Perbedaan utama antara bunglon jantan dan bunglon betina adalah pada bunglon jantan, memiliki tanduk dan tonjolan pada hidung sebagai tanda kekuasaan dari bunglon jantan lainnya
  9. Dari ciri-ciri bunglon dan habitatnya bisa disimpulkan kalau kadal ini mempunyai kemampuan melihat yang luar biasa. Hanya saja hal itu tidak diikuti dengan kemampuan pendengaran, karena rupanya bunglon tak mempunyai lubang telinga bagian luar serta gendang telinga
  10. Sebagai kadal karnivora, bunglon memakan serangga, reptil dan hewan vertebrata lain yang berukuran lebih kecil. Untuk perkembang biakannya, bunglon bertelur alias ovipar

Dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas, bunglon memang memiliki beberapa keunikan dibandingkan kadal pada umumnya. Hal inilah yang akhirnya membuat beberapa pecinta reptil tertarik untuk memelihara bunglon seperti iguana.

Habitat Hidup Bunglon

Bunglon adalah salah satu reptil yang terkenal di daerah Afrika, Madagaskar, Eropa dan Asia. Hingga sejauh ini ada lebih dari 180 spesies kadal yang masuk dalam keluarga bunglon, dengan populasi terbanyak yakni kameleon berada di kawasan Mediterania. Persebaran populasi bunglon ini memang disesuaikan dengan cara kadal ini berkembang biak.

Induk bunglon biasanya meletakkan telur-telurnya di lubang-lubang bawah tanah, bawah batu hingga daun sehingga jadi lembab. Beberapa induk bunglon bahkan sampai menutupi area telur dengan kotoran mereka demi melindunginya dari predator. Meskipun begitu sejalan dengan ciri-ciri bunglon dan habitatnya, ada juga bunglon yang berkembang biak secara vivipar alias beranak.

Hanya beberapa jenis bunglon yang vivipar dan kebanyakan tinggal di lingkungan dengan suhu sangat dingin, karena memang telur yang diletakkan di tanah tak mungkin bisa menetar lantaran rendahnya temperatur lingkungan. Sementara itu untuk habitatnya, bunglon bisa mudah ditemukan di pepohonan, batang kayu hingga tanah karena kadal ini begitu mudah beradaptasi.

Jenis Bunglon yang Bisa Dipelihara

Dengan kemampuan unik dan bentuk tubuh yang menggemaskan, bunglon memang sangat menarik perhatian pecinta reptil. Hanya saja meskipun spesies bunglon ada ratusan, tidak semuanya bisa dipelihara. Tertarik ingin merawat kadal ini? Berikut ini adalah beberapa jenis bunglon yang bisa dijadikan peliharaan di rumah:

  1. Bunglon Carpet: Pertama kali ditemukan di Madagaskar, bunglon carpet (Carpet Chameleon) memang cukup kecil. Panjangnya hanya sekitar 12-20 cm dan usia hidup pendek yakni 2-3 tahun. Bunglon carpet harus tinggal di lingkungan dengan suhu maksimal 23,8ᵒC dan kelembapan 65%. Bunglon dengan warna hijau dan kuning ini biasanya dijual sekitar Rp1,3 - 2 juta
  2. Bunglon Fischer: Biasanya dibanderol dengan harga maksimal Rp1 juta, keunikan dari bunglon fischer (Fischer’s Chameleon) adalah pada dua tanduknya. Bisa tumbuh sepanjang 38 cm, usia hidup bunglon yang habitatnya di Kenya dan Tanzania ini bisa mencapai tiga tahun
  3. Bunglon Leher Terbalik: Kenapa disebut sebagai bunglon leher terbalik? Karena kadal yang habitat aslinya di Afrika Selatan dan Afrika Tengah ini mempunyai semacam sirip di bagian leher yang bisa membentang. Sirip pada bunglon leher terbalik (Flap-necked Chameleon) ini berfungsi ini menakuti predator. Tertarik? Bunglon leher terbalik biasanya dijual maksimal Rp1 juta
  4. Bunglon Jackson: Kadal bertanduk tiga ini adalah salah satu reptil yang paling populer dan disukai. Kenapa begitu? Karena bunglon jackson (Jackson’s Chameleon) mempunyai tanduk yang unik dengan warna hijau cerah. Bunglon yang harga jualnya di bawah Rp1 juta per ekor ini bisa mengubah warna kulitnya jadi gelap atau biru saat merasa terancam
  5. Bunglon Meller: Sebagai salah satu reptil eksotis, bunglon meller (Meller’s Chameleon) ini memiliki ukuran yang cukup besar yakni sekitar 60 cm. Tak heran kalau harga jual bunglon meller masih di antara Rp1,5 - 2 juta. Bunglon yang ditemukan di Afrika Timur ini juga sering disebut sebagai bunglon tanduk raksasa karena tanduk di dekat moncongnya
  6. Bunglon Panther: Bisa dibilang kalau bunglon panther asal Madagaskar (Panther’s Chameleon) ini adalah bunglon yang paling banyak disukai pecinta reptil. Kenapa? Karena bunglon yang bisa hidup selama 5-7 tahun ini mempunyai variasi warna luar biasa. Mulai dari hijau, merah, kuning, jingga dan biru, bunglon yang dijual di atas Rp3 juta ini begitu cantik
  7. Bunglon Parson: Tak lengkap rasanya menyebut bunglon peliharaan tanpa bunglon parson (Parson’s Chameleon). Kadal endemik Madagaskar ini adalah bunglon terbesar di dunia yang ukuran terkecilnya adalah 65 cm. Lantaran begitu langka dengan warna biru yang sangat cantik, harga jual bunglon parson bahkan menembus Rp26 juta!
  8. Bunglon Yaman: Apa yang membuat bunglon yaman (Veiled Chameleon) ini sangat menarik? Karena tudung di bagian kepalanya. Ditambah dengan variasi warnanya seperti hijau muda-kuning dengan corak merah atau coklat tua, membuat bunglon yaman sangat indah dipandang. Ketika merasa terancam, bunglon yaman bahkan menampilkan bintik hitam di sekujur tubuhnya


Bagaimana? Menarik sekali kan jenis-jenis bunglon yang bisa dipelihara? Tentunya dengan memahami ciri-ciri bunglon dan habitatnya, Anda sebagai pecinta reptil bisa mulai mempertimbangkan kadal menggemaskan ini sebagai peliharaan. Tampilannya yang cantik tak ayal membuat banyak orang semakin bangga jika mempunyai bunglon sebagai peliharaan di rumah. Selamat mencoba!

Belum ada Komentar untuk "Ciri-Ciri Bunglon dan Habitatnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel